IN-CHASSIS FUEL SYSTEM TESTS AND ADJUSTMENTS 320D (2)
Idling Sub-spring and Full Load
Gambar
governor diatas menunjukan bagaimana mengakses idling sub-spring (1),
torque control spring (2, dibelakang cover) dan full load adjustment
screw (3).
Fungsi dari idling sub-spring adalah untuk menjaga agar rpm engine
dalam kondisi konstan saat LOW IDLE. Jika rpm engine berfluktuasi dengan
tidak normal pada saat LOW IDLE maka hal tersebut bisa disebabkan oleh
idling sub-spring yang tidak menempel pada governor tension lever
sehingga control rack berada dalam posisi floating. Dengan mengencangkan
idling sub-spring adjusting screw sampai spring menempel pada tension
lever dapat mencegah posisi control rack berada dalam kondisi floating.
Ketiak idling sub-spring memberikan sejumlah gaya pada tension lever
maka LOW IDLE speed akan sedikit bertambah tapi akan menghentikan
fluktuasinya.
Saat bekerja pada machine engine mungkin akan mengalami over speed
setelah beban menghilang jika gaya idling sub-spring terlalu kuat
menekan tension lever. Karena itu ketika melakukan penyetelan idling
sub-spring tension kencangkanlah adjusting screw secukupnya hanya untuk
menghilangkan kondisi LOW IDLE speed yang tidak stabil.
Fungsi dari full load adjustment screw adalah untuk membatasi travel
dari rack pada saat kondisi FULL LOAD. Full load adjustment screw
menyediakan positive stop untuk floating lever pada governor. Dengan
memutar full load adjustment screw searah putaran jarum jam maka akan
menambah jumlah fuel yang diinjeksikan sedangkan putaran sebaliknya pada
full load adjustment screw akan mengurangi jumlah fuel yang
diinjeksikan.
Engine menghasilkan horsepower maksimum ketika floating lever
menyentuh full load adjustment screw (dengan engine pada full load rpm),
Penyetelan yang salah pada full load adjustment screw akan
mengakibatkan engine horsepower tidak sesuai dengan spesifikasinya.
Bagaimanapun juga output engine tidak dapat diukur dalam kondisi FULL
LOAD dengan standar 3066 pada machine 320 Hex dikarenakan engine
tersebut tidak memiliki boost pressure tap dan controller akan
men-destroke hydraulic pump sebelum engine mencapai kondisi full load.
Jika engine memiliki masalah dengan power yang dihasilkannya dan setelah
memeriksa kemungkinan penyebab masalah tersebut ( seperti kualitas
fuel, fungsi governor control mechanism, altitude duration, kondisi air
& fuel filter, kondisi fuel nozzle, injection timing) maka engine
selanjutnya harus di uji diatas dynamometer.
CATATAN: Dengan melakukan sedikit modifikasi maka dapat
dimungkinkan untuk memeriksa engine horsepower dengan engine masih
berada di atas chasis. Prosedure ini mengharuskan untuk membuat lobang
guna tempat pemasangan boost pressure tap pada air intake system.
Memutuskan hubungan signal dari controller ke hydraulic pump dan (dengan
cara memutuskan hubungan proportional reducing valve harness ataupun
memutuskan dan menutup powershift pressure hose), kemudian membebani
engine dengan beban hydraulic swing dan bucket pada saat mengukur
besarnya boost pressure dan rpm.
Untuk melakukan prosedur ini, operasikan swing motor dengan
melawan swing lock pin. Kemudian perlahan-lahan bebani dengan bucket
sambil mengukur engine speed. Saat rpm engine turun sampai 1700 rpm (100
rpm dibawah full load speed) secara bertahap kurangi beban pada bucket.
Dengan pengurangan pada beban bucket maka akan terjadi peningkatan pada
rpm engine dan boost pressure. Boost pressure akan meningkat sampai
mencapai harga maximum kemudian akan mulai turun kembali. Catat
nilai rpm dan boost pressure saat boost pressure mencapai nilai
tertingginya. Engine akan menghasilkan maximum horsepower pada saat
kondisi maximum boost pressure, perbandingan antara hasil dari
pengukuran tersebut dengan nilai spesifikasi akan menginformasikan
apakah menghasilkan rated horsepower. Boost pressure pada 1800 rpm
adalah sebesar 500 ± 50 mm Hg (9.7 ± 1 psi). Jika engine tidak
menghasilkan boost pressure yang memadai saat kondisi FULL LOAD rpm maka
artinya engine tersebut juga tidak akan menghasilkan rated horsepower.
Pengujian ini hanya boleh dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja engine
pada saat melakukan troubleshooting. Pengujian ini tidak akurat untuk
digunakan dalam melakukan full load screw adjustment.
PERHATIAN
Timing gear housing mempengaruhi pengukuran rack travel di
atas chasis. Pada saat tersebut tidak ada cara yang dapat dilakukan
untuk mengetahui apakah penyetelan full liad adjustment screw telah
merubah jarak rack travel sehingga melenceng dari nilai spesifikasi.
Engine dynamometer dan fuel test bench merupakan metoda yang paling aman
dan akurat dalam melakukan penyetelan engine horsepower.
0 Response to "IN-CHASSIS FUEL SYSTEM TESTS AND ADJUSTMENTS 320D (2) "
Post a Comment